Disebut mirip karena sebenarnya kata ini belum punya arti khusus bagi anak. Pengulangan suku kata yang sama, seperti ”mamamama” akan berlangsung sampai usia sekitar 10 bulan. Segera setelah tahap ini, Anda akan mulai mendengar anak mengucapkan kata-kata sesungguhnya, seperti ”mama”, “dada”, “baba” dan lain-lain.

Komunikasinya pada rentang usia ini sudah bertujuan. Dia mulai menyadari bahwa dia bisa memakai suara untuk memberitahukan dia lapar, senang, sedih dan sebagainya. Misalnya, dia akan mengangkat kedua tangannya sambil berteriak, “Aaah ...” , saat melihat Anda pulang dari kantor.

Di usia 8 atau 9 bulan, bayi Anda dapat mengenali namanya dan memberi respon setiap kali Anda memanggil namanya. Dia juga mengerti kata sederhana seperti, ”Tidak” atau “Jangan”, dan mengenal nama-nama anggota keluarga. Selain itu, dia juga mulai meniru suara Anda, termasuk meniru suara binatang yang Anda suarakan. Bayi juga semakin pandai meniru ekpresi muka Anda, dan menggunakan lebih banyak gerak tubuh (gestur) seperti menunjuk, bertepuk, menggerakkan kepala dan melambai, bahkan merangkak dan mulai berjalan.

Di usia 8 -10 bulan, bayi mulai punya pemahaman kosa kata, meski dia belum bisa mengucapkan kata tersebut. Pada umur setahun, pemahaman kosa katanya antara belasan sampai ratusan kata. Anda bisa membantunya mengoptimalkan kemampuannya. Apalagi, kini dia suka sekali memegang atau mengambil segala macam benda. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk mengenalkan beragam benda yang sedang dipegangnya. Misalnya, “Itu bola merah. Coba rasakan, empuk ya?”
Bahkan bayi Anda juga mulai bisa mengerti perintah sederhana yang Anda berikan, misalnya, “Ayo, berikan bola itu pada Bunda”. Mungkin dia akan merangkak atau berjalan ke arah Anda. Pembicaraan Anda dengannya pun semakin seru!

Kiat berkomunikasi:


Gunakan sajak atau lagu anak-anak (nursery rhimes). Bayi Anda akan lebih mudah menangkap dan mengingat kata-kata atau kalimat-kalimat yang berima dalam sajak atau lagu-lagu tersebut. Kosa katanya akan bertambah dan perkembangan bicaranya akan semakin baik.
Tiru dan berikan variasinya. Misalnya, saat dia meraban, “dadada”, saat dia berhenti Anda bisa meneruskan dengan, “Anak pintar... ya ini dada”, sambil menunjuk dada Anda atau dadanya. Atau, saat dia mengacungkan bonekanya sambil berkata, “Aaahh....”, lanjutkan dengan mengatakan, ”Ya, Bunda tahu itu boneka kesukaanmu.” Dengan cara ini, Anda mendorong bayi untuk terus membagi perasaannya dengan Anda.
Ulang dan ulang lagi. Bayi belajar bicara dengan mendengarkan suara atau kata berulang-ulang, lalu membuat hubungan antara suara tersebut dengan apa yang ditujunya. Untuk itu, gunakan rangkaian kata yang sama untuk menggambarkan rutinitas yang Anda lakukan untuk membantu proses belajarnya tersebut. Misalnya, setiap kali Anda akan mengajaknya ke luar rumah, ucapkanlah, “Pakai jaket, membuka pintu, ke luar rumah.”
Respon tepat. Beri respon pada apa yang sedang dilakukan atau diperhatikan bayi. Misalnya, saat dia sedang makan kue dan fokus pada kue tersebut, Anda bisa berkomentar, “Enak ya kuenya?” Jangan memberi respon setelah perhatiannya teralih pada hal lain. Perkembangan bahasa dan bicara bayi akan lebih bagus berkat respon tepat Anda.

 

 

 

sumber : 

https://www.ayahbunda. co. id/bayi-psikologi/perkembangan-bahasa-bayi-6-12-bulan