Pertanyaan yang muncul di benak majikan di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19) ini cukup beragam. Intinya mereka sangat cemas dengan kondisi yang sekarang sehingga takut untuk membawa masuk siapapun ke rumah.

Kami merangkum di bawah ini beberapa tips merekrut pembantu, baby sitter, perawat lansia dan pekerja rumah tangga lainnya di tengah gempuran wabah corona.

1. Periksa riwayat perjalanan calon pekerja

Secara teori, pembantu atau suster tidak bepergian layaknya majikan pada umumnya. Tetapi tidak jarang mereka diajak ikut majikan yang berlibur ke luar negeri atau tempat-tempat berisiko COVID-19 lainnya di dalam negeri, misalnya Bali. Bila tidak ada riwayat perjalanan sama sekali, maka 50% kecemasan Anda sudah teratasi.

2. Periksa suhu badan dan staminanya

Indikator sederhana tetapi krusial adalah suhu badan. Suhu badan yang terlalu tinggi (di atas 38 derajat Celcius) adalah salah satu gejala umum pada penderita COVID-19, walaupun tidak otomatis orang yang suhu badannya tinggi positif terjangkit corona. Jadi, untuk aman dan praktisnya, hindari merekrut pekerja yang sedang bersuhu badan tinggi.

3. Lakukan rapid test COVID-19

Berbeda dengan swab, rapid test (uji cepat) tidak secara langsung mendeteksi virus tapi mengecek antibodi dalam darah. Bilamana sudah terjangkit COVID-19, antibodi dalam darah akan terserang dan hal itu diketahui oleh tes cepat. Uji laboratorium virus memakan waktu 3-4 hari, tergantung lokasi tes dan laboratorium (kadang berjarak jauh) dan jumlah antrian tes yang sedang dikerjakan lab tersebut. Sebaliknya, rapid test bisa diketahui hasilnya dalam 15 menit di laboratorium generik. Hubungi rumah sakit rujukan atau laboratorium terdekat untuk melakukan tes ini. Mengingat permintaan saat ini sangat tinggi, Anda mungkin perlu melakukan pemesanan lebih awal.

4. Isolasi pekerja selama 14 hari

Sekalipun pekerja Anda tidak menunjukkan gejala sakit apapun, ada baiknya Anda menjaga jarak (social distancing) dengan pekerja baru Anda setidaknya selama 14 hari. Bila perlu, atur agar beban pekerjaannya seminim mungkin dan minta yang bersangkutan mengisolasikan diri di kamarnya beberapa hari. Bila dalam waktu tersebut, dia sehat-walafiat saja (tanpa gejala batuk, bersih, dan lain-lain), maka dapat dianggap dia sudah steril dari virus.

5. Hindari pekerja yang terlalu tua

Statistik menunjukkan bahwa pekerja di atas 50 tahun sangat rentan terhadap serangan COVID-19, karena daya tahan tubuh mereka yang relatif lemah karena dimakan usia. Umur ideal pekerja rumah tangga di tengah pandemi COVID-19 adalah 18-45 tahun.

Demikian hal-hal yang perlu dilakukan untuk meminimalisir resiko tertular virus corona dari pembantu rumah tangga baru, Babysitter, Nanny, maupun perawat lansia.

Ditambah lagi saat ini di Yayasan Putri Lestari sudah menerapkan peraturan agar pekerja meminum rebusan air bawang putih setiap pagi dan sore, karena dipercaya, bawang putih banyak sekali manfaat nya untuk kesehatan 

Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa informasi tentang bawang putih bisa menyembuhkan virus corona belum bisa di buktikan dan harus dilakukan pengujian terbaru.

WHO tidak menyangkal bahwa bawang putih adalah rempah-rempah yang menyehatkan tubuh. Namun WHO menegaskan, tidak ada bukti yang membenarkan bahwa bawang putih bisa menyembuhkan virus corona, Tapi setidaknya kami mencegah datang nya penyakit dengan membiasakan diri mengkonsumsi air rebusan bawang putih selama masa karantina, berharap agar terhindar dari segala macam penyakit, berdoa pada TUHAN yg maha kuasa agar kita semua sehat sejahtera. Amin

Kapan waktu yang tepat untuk ambil pekerja rumah tangga?

Lalu muncul beberapa pertanyaan lanjutan. Misalnya: Apakah bijak merekrut pembantu atau suster baru di tengah wabah virus corona atau COVID-19? Kapan wabah ini akan berakhir? Apakah lebih baik saya menunda dulu sampai keadaan menjadi lebih baik?

Masalahnya adalah tidak semua orang menghadapi urgensi yang sama. Sebagian keluarga sangat membutuhkan pembantu dan suster. Bagi mereka merekrut adalah kebutuhan mendesak. Bagi yang lainnya yang bisa menunda tentu tidak ada masalah menunggu.

Bila Anda memang butuh, lebih baik merekrut sekarang sebelum terlambat. Bila tingkat penyebaran sudah sangat tinggi, sulit sekali nanti membedakan mana pekerja yang aman dan mana yang tidak. Dengan kata lain, tidak ada jaminan keadaan akan menjadi lebih baik dalam waktu dekat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menetapkan masa darurat COVID-19 sampai 29 Mei 2020, tanpa kejelasan kapan wabah itu sendiri akan berakhir.

Bagaimana cara menginterview mereka?

Wawancara bisa dilakukan online via telepon atau teleconference. Anda tidak perlu bertemu langsung (tatap muka) selama proses wawancara. Setelah melakukan pemesanan, kami akan memberikan kesempatan telepon atau video call agar wawancara bisa dilakukan jarak jauh. Untuk memulai, klik "HUBUNGI KAMI"

Source : Pembantu.com